Jika Ramadhan di tahun 2013 ini adalah Ramadha pertama Mommy bersama Daddy, maka Idul Fitri kali ini adalah Idul Fitri pertama Mommy bersama Daddy. Mommy mengajak Daddy berlebaran di kampung Mommy, karena lebaran di kampung selalu penuh kerinduan dan kebersamaan. Tak peduli jika Mommy harus menghabiskan lebih banyak uang untuk lebaran di kampung karena berlebaran di sana, Mommy bisa melepaskan kepenatan Mommy selama di sini. Bagi Mommy Bali adalah tempat yang indah dan sangat basah untuk mengais rejeki akan tetapi Bali tetaplah sebuah pula yang padat dan tidak nyaman untuk bersosialisasi meski pun tak seburuk di Jakarta akan tetapi di Bali kita juga akan jarang menemukan orang yang tulus, itu yang membuat Mommy sedih.
Di kampung sana, setiap orang yang Mommy jumpai bertanya "bagaimana? sudah isi atau belum?" Mommy hanya menjawab dengan senyum karena sampai detik itu Mommy belum ada tanda-tanda kehamilan. Ada ketakutan di hati Ibunda Mommy karena kakak-kakak dari Daddy belum ada yang memiliki keturunan oleh karenanya Ibunda Mommy sempay menyarankan untuk mengajak Daddy berobat. Mommy menjawab itu hanya dengan senyuman dan bilang ke Ibunda Mommy, kalau satu tahun kami belum memiliki anak baru kami akan berobat dan itu pun kami berdua bukan cuma Daddy karena bisa saja Mommy kecapekan sehingga tidak bisa cepat memiliki anak meskipun kami percaya semua keluarga kami sehat dan subur. Kakak Mommy juga sempat menghibur "sabar saja, Nduk..." begitu katanya sambil membelai rambut Mommy dan Mommy hanya menunduk.
Namun, pada suatu pagi Mommy muntah-muntah, rasanya seperti masuk angin. Ibunda Mommy lari mengikuti ke dapur dan bertanya apakah Mommy hamil? Mommy tertawa saja dan bilang gak tahu bahkan Mommy sempat bertanya "kalau aku hamil mau dikasih hadiah apa?" Ibunda Mommy tertawa, katanya minta apa saja akan dikasih.
Libur lebaran kali ini, hanya Mommy habiskan seminggu di kampung sisahnya Mommy harus habiskan di Bali karena Daddy sudah harus masuk kerja.
2 hari sebelum Mommy pulang ke Bali, Mommy sempat sakit perut, diare selama dua hari semua berpikir karena makanan yang kami konsumsi selama lebaran. Namun, lain dengan Kakak Mommy yang punya pendapat lain, menurut dia dulu waktu istrinya hamil ditandai diare dulu. Mommy deg-degan namun tak begitu Mommy risaukan, dan lagi-lagi kakak Mommy membelai rambut Mommy sambil bilang "sabar, Nduk" Mommy hanya tersenyum.
Sesampai di Bali pun Ibunda Mommy masih rutin bertelephone yang ditanyakan tetap itu-itu saja, sudah mens atau belum? Karena Mommy sudah telat hampir dua minggu. Sampai akhirnya, pada tanggal 19 Agustus 2013 pada suatu pagi Mommy melakukan test kehamilan dan pagi itu di kamar diliputi suasana mengharu biru di mana strip merah terlihat yang menandakan Mommy sudah mengandung, dan itu Bintang.
Awalnya Mommy takut denagn kehamilan ini, maklum ini kali pertama harus hamil. Mommy juga bertanya-tanya apakah semua calon Ibu merasakan kekhawatiran dan ketakutan yang sama dengan Mommy saat tahu dirinya hamil? Mommy tidak tahu. Tidak ingin menunggu lama, Mommy langsung mengabari Ibunda Mommy di kampung dan beliau pun sangat bahagia, berkali-kali dia memuji Mommy "Pinter" Daddy juga langsung memberi tahu Mamanya namun, sepertinya Mama Daddy tidak percaya pada Daddy. Mommy tak ambil pusing, yang terpenting sekarang adalah bagaimana merawat Bintang dengan sebaik-baiknya.
Mama Daddy baru bener-benar percaya Mommy hamil di saat kami pulang dari dokter kandungan karena Mommy pulang membawah hasil test USG, kamu masih terlihat satu titik di dalam rahim Mommy namun itu cukup membuat Mommy terharu bahagia, terlebih lagi Daddy Bintang yang hanya tersenyum memandangi Bintang di layar besar itu.
Perasaan Mommy saat itu tak menentu. Karena malam sebelum Mommy tahu Mommy hamil Bintang, Mommy ke salon dan ada yang menakut-takuti Mommy bahwasannya orang yang dulu merawat kucing bisa saja mengidap Toksoplasma yang membahayakan janin, di mana bayi yang lahir bisa tuli atau cacat lainnya. Mommy sangat takut dan Mommy mengkonsultasikannya dengan dokter, alhamdulillah dokter bilang Mommy tak perlu khawatir kalau pun ada di masa kecil dulu sudah terbentuk imun di tubuh Mommy dan yang terpenting sekarang jangan dekat-dekat dengan kucing.
Dan akhirnya dalam setiap do'a Mommy, Mommy berdo'a anak Mommy terlahir sempurnah dengan keelokan jasmani dan rohani dan juga dalam do'a Mommy semoga Allah SWT meniupkan sebaik-baiknya ruh pada anak Mommy.
Di kampung sana, setiap orang yang Mommy jumpai bertanya "bagaimana? sudah isi atau belum?" Mommy hanya menjawab dengan senyum karena sampai detik itu Mommy belum ada tanda-tanda kehamilan. Ada ketakutan di hati Ibunda Mommy karena kakak-kakak dari Daddy belum ada yang memiliki keturunan oleh karenanya Ibunda Mommy sempay menyarankan untuk mengajak Daddy berobat. Mommy menjawab itu hanya dengan senyuman dan bilang ke Ibunda Mommy, kalau satu tahun kami belum memiliki anak baru kami akan berobat dan itu pun kami berdua bukan cuma Daddy karena bisa saja Mommy kecapekan sehingga tidak bisa cepat memiliki anak meskipun kami percaya semua keluarga kami sehat dan subur. Kakak Mommy juga sempat menghibur "sabar saja, Nduk..." begitu katanya sambil membelai rambut Mommy dan Mommy hanya menunduk.
Namun, pada suatu pagi Mommy muntah-muntah, rasanya seperti masuk angin. Ibunda Mommy lari mengikuti ke dapur dan bertanya apakah Mommy hamil? Mommy tertawa saja dan bilang gak tahu bahkan Mommy sempat bertanya "kalau aku hamil mau dikasih hadiah apa?" Ibunda Mommy tertawa, katanya minta apa saja akan dikasih.
Libur lebaran kali ini, hanya Mommy habiskan seminggu di kampung sisahnya Mommy harus habiskan di Bali karena Daddy sudah harus masuk kerja.
2 hari sebelum Mommy pulang ke Bali, Mommy sempat sakit perut, diare selama dua hari semua berpikir karena makanan yang kami konsumsi selama lebaran. Namun, lain dengan Kakak Mommy yang punya pendapat lain, menurut dia dulu waktu istrinya hamil ditandai diare dulu. Mommy deg-degan namun tak begitu Mommy risaukan, dan lagi-lagi kakak Mommy membelai rambut Mommy sambil bilang "sabar, Nduk" Mommy hanya tersenyum.
Sesampai di Bali pun Ibunda Mommy masih rutin bertelephone yang ditanyakan tetap itu-itu saja, sudah mens atau belum? Karena Mommy sudah telat hampir dua minggu. Sampai akhirnya, pada tanggal 19 Agustus 2013 pada suatu pagi Mommy melakukan test kehamilan dan pagi itu di kamar diliputi suasana mengharu biru di mana strip merah terlihat yang menandakan Mommy sudah mengandung, dan itu Bintang.
Awalnya Mommy takut denagn kehamilan ini, maklum ini kali pertama harus hamil. Mommy juga bertanya-tanya apakah semua calon Ibu merasakan kekhawatiran dan ketakutan yang sama dengan Mommy saat tahu dirinya hamil? Mommy tidak tahu. Tidak ingin menunggu lama, Mommy langsung mengabari Ibunda Mommy di kampung dan beliau pun sangat bahagia, berkali-kali dia memuji Mommy "Pinter" Daddy juga langsung memberi tahu Mamanya namun, sepertinya Mama Daddy tidak percaya pada Daddy. Mommy tak ambil pusing, yang terpenting sekarang adalah bagaimana merawat Bintang dengan sebaik-baiknya.
Mama Daddy baru bener-benar percaya Mommy hamil di saat kami pulang dari dokter kandungan karena Mommy pulang membawah hasil test USG, kamu masih terlihat satu titik di dalam rahim Mommy namun itu cukup membuat Mommy terharu bahagia, terlebih lagi Daddy Bintang yang hanya tersenyum memandangi Bintang di layar besar itu.
Perasaan Mommy saat itu tak menentu. Karena malam sebelum Mommy tahu Mommy hamil Bintang, Mommy ke salon dan ada yang menakut-takuti Mommy bahwasannya orang yang dulu merawat kucing bisa saja mengidap Toksoplasma yang membahayakan janin, di mana bayi yang lahir bisa tuli atau cacat lainnya. Mommy sangat takut dan Mommy mengkonsultasikannya dengan dokter, alhamdulillah dokter bilang Mommy tak perlu khawatir kalau pun ada di masa kecil dulu sudah terbentuk imun di tubuh Mommy dan yang terpenting sekarang jangan dekat-dekat dengan kucing.
Dan akhirnya dalam setiap do'a Mommy, Mommy berdo'a anak Mommy terlahir sempurnah dengan keelokan jasmani dan rohani dan juga dalam do'a Mommy semoga Allah SWT meniupkan sebaik-baiknya ruh pada anak Mommy.


0 comments:
Post a Comment