Hari Kamis sebulan lalu Mommy dan Daddy keluar dari ruangan praktek Dokter Mega Antara dengan muka bahagia, akan tetapi kami memang tak begitu pandai mengexpresikannya. Sebenarnya sih, Mommy sangat terharu saat melihat calon Bintang kecil kami sehat di dalam perut Mommy.
Akan tetapi, Kamis 19 September 2013 ini Mommy dan Daddy keluar dari ruangan praktek Dokter Mega Antara dengan perasaan sedih, mata Mommy sembab karena Mommy menangis di ruangan Dokter.
Semenjak Mommy tahu akan memiliki Bintang, Mommy sering sekali bermimpi tentang bayi lucu yang akan mengisi hari-hari Mommy. Tangis Bintang di malam hari yang mungkin akan membangunkan Mommy dan Daddy ataukah tangisan Bintang yang akan menghiasi pagi hari Mommy sebelum Mommy harus berangkat bekerja dan juga bagaimana Mommy akan menghabiskan waktu dengan Bintang di akhir pekan. Oleh karena itu setiap saat dapat kesempatan Mommy berpatut di depan kaca, Mommy akan mengelus perut Mommy dan berdo'a semoga Bintang, bayi Mommy tumbuh dengan sempurnah di dalam rahim Mommy dan juga membayangkan kalau Mommy akan segera merasakan detak-detak kehidupan dari Bintang kecil Mommy dan Daddy.
Akan tetapi, malam itu Mommy harus melepaskan mimpi Mommy. Impian Mommy yang akan melihat Bintang beberapa bulan lagi sirnah. Dokter bilang Bintang di dalam rahim Mommy tidak tumbuh dengan sempurnah. Tidak ada janin dalam rahim Mommy. Badan Mommy seketika bergetar, air mata Mommy menetes begitu saja. Mommy tidak berani komplain dan bertanya kepada Allah kenapa Allah mengambil Bintang kembali dari rahim Mommy? Yang ada di pikiran Mommy saat itu hanya pikiran mungkin Allah masih belum percaya sama Mommy dan Daddy untuk merawat dan membesarkan Bintang.
Mommy dan daddy masih harus menunggu satu tahun atau bahkan lebih untuk melihat kehadiran Bintang ke dunia ini.
Malam itu Mommy tidak bisa tidur, membelai perut Mommy. Menyadari kenyataan kalau Dokter besok pagi akan mengambil secara paksa calon Bintang Mommy itu sangat menyakitkan akan tetapi itu harus dilakukan karena jika tidak hal itu akan bahay buat Mommy.
Mommy terus menangis kalau ingat urung mendapatkan Bintang beberapa bulan lagi, di kamar mandi Mommy pun sering menitikkan air mata saat melihat perut Mommy sendiri. Seandainya Bintang tumbuh dengan sempurnah di dalam rahim Mommy pasti Bintang sekarang sudah akan mulai memberikan respond dengan sentuhan-sentuhan Mommy.
Sekali lagi, mungkin Allah masih belum percaya sama Mommy dan Daddy untuk memiliki Bintang dalam waktu dekat dikarenakan kehidupan Daddy dan Mommy yang belum cukup mapan untuk Bintang yang sangat berharga, atau mungkin selama ini Mommy dan Daddy terlalu banyak kekhawatiran, kurang berdo'a atau entahlah.....Mommy mengembalikan semuanya kepada diri Mommy sendiri. Allah mungkin mempunyai rencana lain yang lebih baik untuk kita. Rencana yang luar biasam memberikan Bintang yang labih bersinar dan mampu memberikan cahayanya untuk semua orang yang melihatnya.
Setiap saat Mommy mendengar panggilan "Mommy" atau "Daddy" di televisi Mommy langsung ingat dengan calon Bintang kecil Mommy. Seketika pikiran Mommy melayang ke pagi itu di mana Mommy harus berbaring di rumah sakit untuk melakukan kuret dan menunda memiliki Bintang kecil. Mata Mommy langsung berkaca-kaca.
Saat diam dan berbaring di sana, Mommy mengutuk perbuatan perempuan yang menggugurkan kandungannya! Bagaimana bisa seorang perempuan tegah membunuh darah dagingnya sendiri? Pastilah perempuan itu tidak memiliki perasaan. Mommy bisa merasakan rasa pedihnya, sedih yang tak ada habisnya meski pun Mommy tahu keadaan Bintang kecil Mommy tidak mungkin untuk dibiarkan tumbuh di rahim Mommy karena di sana tidak ada pertumbuhan sama sekali. Saat itu Mommy berharap untuk dibuat lupa selama-lamanya saja dan tidak ingin bangun dari tidur karena saat bangun Mommy harus melihat kenyataan bahwasannya perut Mommy kosong kembali, tidak ada calon bayi Mommy di sana.
Mommy tidak boleh egois dan berpikir kalau hanya Mommy yang bersedih karena Daddy pasti juga merasakan hal yang sama, karena dia juga sangat mengharapkan Bintang kecil untuk mengisi hari-hari kami.
Mommy sangat bersyukur karena Mommy menikah dengan Daddy yang sangat sabar dan menyayangi Mommy. Daddy mampu membuat perasaan Mommy tenang juga hangat setiap saat Mommy bersedih.
Setelah kejadian kemarin, Mommy benar-benar merasa takut sekali sendirian, setiap saat Mommy ingin dipeluk oleh Daddy agar bisa tenang.
Semoga Allah segera mengirimkan Bintang kecil ke dalam kehidupan kami.


0 comments:
Post a Comment