Bintang, Bintang, Bintang Mommy masih belum sepenuhnya melupakan Bintang walaupum Mommy percaya kelak Bintang akan hadir dalam kehidupan Mommy dan juga Daddy.
Pagi ini sambil menggosok baju, Mommy terlintas berbagai pertanyaan kenapa ALLAH mengambil Bintang kembali dari Mommy. Ada pertanyaan-pertanyaan yang membuat Mommy memang harus bersabar, belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan juga termotivasi untuk bekerja lebih keras.
Mommy bertanya pada diri sendiri apakah karena Mommy masih tinggal di rumah Mamanya Daddy dan lingkungan di sini dianggap kurang baik untuk perkembangan Bintang maka Allah mengatakan belum saatnya Mommy mendapatkan kepercayaan merawat Bintang? Jika demikian Mommy harus bekerja keras untuk bisa memiliki tempat tinggal sendiri, Mommy tidak tahu berapa lama Mommy bisa mewujudkannya?
Ya, pagi ini pun Mommy merasakan kepedihan itu. Mommy merasa nelangsa sekali saat kakak Daddy masuk kamar dan langsung menaruh pakaian Mommy dan Daddy yang di habis dicuci dan Daddy taruh di luar dengan tanpa kata. Polos Mommy bertanya, ada apa? dia menjawab "pakaian kamu, kan" sambil berjalan keluar. Dia bilang mau bersih-bersih. Mommy tersenyum miris, baru semalam Mommy cerita ke daddy mau bersih-bersih rumah karena rumah terlihat sangat kotor tapi tadi pagi Mommy sempat sakit perut sehingga Mommy masih di tempat tidur saat Daddy pergi bekerja. Kalau Kakak Daddy tiba-tiba bersih-bersih biasanya dia akan kedatangan tamu jika tidak dia akan diam saja, karena kali ini dia membiarkan anaknya berteriak memanggil. Biasanya dia tidak melakukan apa-apa dengan alasan anaknya tidak bisa ditinggal. Dan benar saja, Kakak Daddy memang kedatangan tamu.
Ah, Mommy sedih sekali. Sebenarnya dari awal Mommy kurang nyaman tinggal bersama di sini karena kehidupan keluarga Daddy sangatlah berbeda dengan keluarga Mommy di kampung. Kami di sini tinggal bersama akan tetapi seperti sendiri-sendiri, satu sama lain tidak mau saling peduli. Hanya Daddy dan Mama Daddy yang membuat Mommy merasa harus kerasan ada di sini.
Sebagai contoh: kalau di rumah Bunda Mommy sedang tidak ada pastilah Mommy atau adik Mommy akan berusaha melayani Papa Mommy, dengan memasak, menyiapkan pakaiannya dan bersih-bersih rumah. Tapi di sini tidak, Kakak dari Daddy cuek saja. Mommy di sini cuma mantu dan lagi Papa dari daddy juga orangnya cuek dia tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Bahkan saat tahu saat itu Mommy mau kuret karena kami tidak bisa mempertahankan Bintang dia cuma bereaksi "Oh...."
Selain masalah tempat tinggal, Mommy sangat ingin membeli mobil saat Bintang lahir nanti, pastinya mobil itu untuk Bintang. Agar Mommy bisa mengajak Bintang jalan-jalan tanpa takut debu, panas belumlagi polusi di Bali yang sudah sangat parah. Apakah Allah menunda kehadiran Bintang agar Mommy membeli mobil terlebih dahulu? Mommy tidak tahu, Bintang......
2. Tidak Siap Dengan Kehadiran Bintang
Mommy bertanya-tanya, apakah Mommy memang belum siap dengan kehadiran Bintang? Tidak, Mommy sangat siap. Apapun yang terjadi Mommy akan membesarkan Bintang. Mommy siap kapan pun Bintang datang dalam kehidupan Mommy meski pun Mommy ada rasa sedikit takut setelah peristiwa kegagalan kemarin. Akan tetapi Mommy yakin rasa khawatir dan takut itu pasti akan bergantin tidak sabar menerima kehadiran Bintang.
Rasa takut lain adalah sebuah pertanyaan "Jangan-jangan keluarga Daddy tidak siap dengan kehadiran anggota keluarga baru?" kalau demikian maka Allah tidak akan menurun Bintang ke bumi ini melalui Mommy. Tapi, Mommy tak ingin berburuk sangka dan akan terus berdo'a agar Bintang segera hadir ke bumi ini menemani hari-hari Mommy.
3. Bintang Menjadi Rebutan?
Bintang masih belum lahir tapi sudah menjadi rebutan Mommy dan Bunda Mommy di kampung. Kami sudah ribut siapa yang akan merawat Bintang nantinya. Mungkin tak seharusnya kami berebut, karena Bintang sendiri belum ada. Seharusnya kami tidak usah terlalu khawatir bagaimana saat Bintang lahir nanti, tentu saja Mommy ingin Bintang tinggal bersama Mommy dan saat Mommy alangkah senangnya kalau Mama Daddy mau bantu jagain Bintang dan kalau pun tidak bisa demikian Mommy dan Daddy harus rela Binatng dirawat Bunda Mommy dengan kosekuensi Mommy jadi sering pulang ke kampung karena Mommy sudah anti pati tidak mau anak Mommy di pegang oleh pembantu atau babby sitter.
Lain kali, kami tidak akan meributkan masalah ini.
4. Terlalu Bahagia
Mommy dan Daddy terlalu bahagia saat tahu akan ada calon BIntang di perut Mommy, sehingga memberi tahukan seluruh dunia tentang kebahagiaan ini. Apakah kegagalan kemarin merupakan teguran buat Mommy? Harusnya Mommy bisa menyikapi kebahagiaan ini dengan bijaksana dan tidak sombong. Mommy merasa terlalu sombong dan terlalu bahagia kemarin itu, harusnya Mommy bisa bersikap sedikit humble dengan anugerah yang diberikan oleh ALLAH SWT.
Terlepas dari pertanyaan-pertanyaan itu Mommy terus berdo'a untuk kehadiran pendar Bintang Mommy yang akan bersinar terang, menerangi seluruh jagat raya ini.
Mommy sangat sayang sama Daddy, jadi Mommy tak berani membebani Daddy dengan banyak persoalan terlebih menuntut ini dan itu. Daddy mungkin sudah berusaha cukup keras hanya saja belum mendapatkan rejeki itu. Mommy merenungkan pertanyaan-pertanyaan ini sendiri bersama Bintang.


1 comments:
Turut bersedih atas apa yang menimpa. Semua pasti ada hikmahnya. Semoga harapan itu bisa terwujud.
Terimakasih udah ikutan GAnya. Tapi linknya tak bisa di buka..
Post a Comment