Setelah 5 Maret 2013 itu, Mommy dan Daddy sudah resmi menjadi suami - istri. Dan di saat itu Ibunda Mommy kesehatannya berangsur pulih kembali. Tentu saja Mommy sangat bersyukur sekali dengan keadaan itu karena Mommy sangat takut kehilangan Ibunda Mommy.
Dengan berangsur pulih kembali, Ibunda Mommy di kampung Mommy pun kembali ke Bali di samping Mommy juga harus masuk kerja kembali. Mommy dan Daddy pulang ke rumah orang tua Daddy padahal awalnya Mommy ingin kam i kost karena Mommy ingin mandiri namun dengan alasan keuangan, Mamanya Daddy tidak mengijinkan, yasudah kami menurut.
Akan tetapi, di hari-heri pertama, minggu pertama Mommy tinggal di keluarga baru sangatlah rikuh, Mommy merasa kurang nyaman dengan kebiasaan-kebiasaan yang ada, di mana satu dengan lainnya sangat cuek. Mommy di rumah sudah terbiasa hidup dengan tingkat kepedulian tinggi di rumah, jangankan dengan sesama anggota keluarga dengan orang lain saja kami harus peduli.
Mommy sempat mengungkapkan ketidak nyamanan itu kepada Daddy dan Daddy menjelaskan, mengatakan kalau Mommy harus sabar dan mencoba mengerti. Benar saja, itu bukan salah Daddy jika Daddy terkesan cuek dengan anggota keluarga lainnya karena mereka juga begitu masing-masing memikirkan diri mereka sendiri. Sempat terpikir di benak Mommy ngapain harus hidup bersama kalau caranya seperti ini? Mungkin memang setiap keluarga memiliki budaya sendiri. Buat Mommy yang penting Daddy tidak boleh cuek pada Mamanya dan Mommy selalu mengingatkan Daddy untuk lebih memperhatikan Mamanya.
Akhirnya Mommy memang terbiasa dengan mereka, Mommy juga mulai faham dengan keluarga baru Mommy. Dan yang terpenting, Daddy menepati janjinya. Setelah menikah Daddy menjadi suami yang sangat baik, perhatian, penyayang dan selalu berusaha memberikan kebutuhan istrinya. Ya, Mommy mengerti dengan penghasilan Daddy Mommy tak ingin menuntut banyak meminta ini atau itu karena Mommy tidak mau menjadiistri durhaka akan tetapi Mommy sedikit mengarahkan saja karena kadang ada ketakutan di benak Mommy kalau Daddy nantinya akan seperti Papanya yang kurang memperhatikan anak dan istrinya. Tapi, Mommy percaya Daddy tidak seperti itu.
Dengan sifat sabar dan pengertian Daddy itu pun Mommy bertekad untuk terus mendukung Daddy sampai nanti Daddy menjadi kebanggaan untuk keluarganya dan tentu saja kita, Bintang.
Akan tetapi, memang di awal pernikahan meski pun Daddy orangnya sangat bertanggung jawab Mommy sempat memiliki rasa khawatir jika haarus buru-buru memiliki anak dikarenakan keadaan keuangan yang masih dibilanbg pas-pasan. Mommy memang tak pernah kekurangan uang, Nak akan tetapi Mommy letakkan semua keadaan ini secara general di tanggung jawab Daddy. Meskipun khawatir, Mommy juga tidak menunda untuk segera memiliki anak.
Hanya saja, kadang Mommy berpikir apakah Mommy mampu menjadi seorang Ibu yang baik kelak? Mampu bertindak adil? membimbing anak-anak Mommy seperti halnya Ibunda Mommy yang Mommy nilai berhasil mengarahkan anak-anaknya. Mungkin kami bukan orang sukses akan tetapi kami adalah orang-orang baik yang memiliki jiwa sosial tinggi. Bukannya hidup itu sangat penting untuk berbagi?
Bintang tahu? dari kecil Mommy orangnya memiliki rasa peduli yang tinngi terhadap orang lain. Oleh karena itu Mommy ingin kelak Bintang memiliki kepedulian yang tinggi, kepekaan, jangan terlalu cuek, Nak, Ingatlah, bahwa kita tidak akan pernah jatuh miskin hanya karena membantu orang. Karena kebaikan itu kembalinya akan menjadi kebaikan pula, Mommy berpikir jika kebaikan tak berbalik ke Mommy pastilah ke anak-anak Mommy.
Setelah bersama menjalani hari dengan Daddy, akhirnya Mommy bisa bilang "I love you" ke Daddy. Daddy benar-benar bisa membuat Mommy jatuh cinta setelah pernikahan ini.
Dengan berangsur pulih kembali, Ibunda Mommy di kampung Mommy pun kembali ke Bali di samping Mommy juga harus masuk kerja kembali. Mommy dan Daddy pulang ke rumah orang tua Daddy padahal awalnya Mommy ingin kam i kost karena Mommy ingin mandiri namun dengan alasan keuangan, Mamanya Daddy tidak mengijinkan, yasudah kami menurut.
Akan tetapi, di hari-heri pertama, minggu pertama Mommy tinggal di keluarga baru sangatlah rikuh, Mommy merasa kurang nyaman dengan kebiasaan-kebiasaan yang ada, di mana satu dengan lainnya sangat cuek. Mommy di rumah sudah terbiasa hidup dengan tingkat kepedulian tinggi di rumah, jangankan dengan sesama anggota keluarga dengan orang lain saja kami harus peduli.
Mommy sempat mengungkapkan ketidak nyamanan itu kepada Daddy dan Daddy menjelaskan, mengatakan kalau Mommy harus sabar dan mencoba mengerti. Benar saja, itu bukan salah Daddy jika Daddy terkesan cuek dengan anggota keluarga lainnya karena mereka juga begitu masing-masing memikirkan diri mereka sendiri. Sempat terpikir di benak Mommy ngapain harus hidup bersama kalau caranya seperti ini? Mungkin memang setiap keluarga memiliki budaya sendiri. Buat Mommy yang penting Daddy tidak boleh cuek pada Mamanya dan Mommy selalu mengingatkan Daddy untuk lebih memperhatikan Mamanya.
Akhirnya Mommy memang terbiasa dengan mereka, Mommy juga mulai faham dengan keluarga baru Mommy. Dan yang terpenting, Daddy menepati janjinya. Setelah menikah Daddy menjadi suami yang sangat baik, perhatian, penyayang dan selalu berusaha memberikan kebutuhan istrinya. Ya, Mommy mengerti dengan penghasilan Daddy Mommy tak ingin menuntut banyak meminta ini atau itu karena Mommy tidak mau menjadiistri durhaka akan tetapi Mommy sedikit mengarahkan saja karena kadang ada ketakutan di benak Mommy kalau Daddy nantinya akan seperti Papanya yang kurang memperhatikan anak dan istrinya. Tapi, Mommy percaya Daddy tidak seperti itu.
Dengan sifat sabar dan pengertian Daddy itu pun Mommy bertekad untuk terus mendukung Daddy sampai nanti Daddy menjadi kebanggaan untuk keluarganya dan tentu saja kita, Bintang.
Akan tetapi, memang di awal pernikahan meski pun Daddy orangnya sangat bertanggung jawab Mommy sempat memiliki rasa khawatir jika haarus buru-buru memiliki anak dikarenakan keadaan keuangan yang masih dibilanbg pas-pasan. Mommy memang tak pernah kekurangan uang, Nak akan tetapi Mommy letakkan semua keadaan ini secara general di tanggung jawab Daddy. Meskipun khawatir, Mommy juga tidak menunda untuk segera memiliki anak.
Hanya saja, kadang Mommy berpikir apakah Mommy mampu menjadi seorang Ibu yang baik kelak? Mampu bertindak adil? membimbing anak-anak Mommy seperti halnya Ibunda Mommy yang Mommy nilai berhasil mengarahkan anak-anaknya. Mungkin kami bukan orang sukses akan tetapi kami adalah orang-orang baik yang memiliki jiwa sosial tinggi. Bukannya hidup itu sangat penting untuk berbagi?
Bintang tahu? dari kecil Mommy orangnya memiliki rasa peduli yang tinngi terhadap orang lain. Oleh karena itu Mommy ingin kelak Bintang memiliki kepedulian yang tinggi, kepekaan, jangan terlalu cuek, Nak, Ingatlah, bahwa kita tidak akan pernah jatuh miskin hanya karena membantu orang. Karena kebaikan itu kembalinya akan menjadi kebaikan pula, Mommy berpikir jika kebaikan tak berbalik ke Mommy pastilah ke anak-anak Mommy.
Setelah bersama menjalani hari dengan Daddy, akhirnya Mommy bisa bilang "I love you" ke Daddy. Daddy benar-benar bisa membuat Mommy jatuh cinta setelah pernikahan ini.


0 comments:
Post a Comment